Back To Top
Minggir - Para sesepuh pernah berpesan, Makanlah yang kalian tanam dan tanamlah yang kalian makan. Sebuah pesan yang mengajak agar masyarakat bisa mandiri dalam urusan ketersediaan pangan.



Menyadari akan hal tersebut Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) fokus membina petani dan nelayan di berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya dengan mendorong para petani untuk bertani secara berjamaah dan menerapkan teknik pertanian modern. Agar menjadi petani berkemajuan.

Pada Senin (10/9) menjadi momen berharga bagi petani di Kecamatan Minggir. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. berkenan hadir memompa semangat sekaligus mengukuhkan berdirinya Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Minggir dan Kabupaten Sleman.

Selain itu Haedar Nashir juga berkesempatan melakukan tanam raya padi jenis menthik wangi. Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengajak agar petani bisa bersama-sama untuk saling bersinergi menuju kemandirian pangan. "Banyak produk pangan yang saat ini masih diimpor, bahkan garam yang mampu diproduksi di Madura pun kita masih impor," jelas Haedar.

Hadir dalam tanam raya tersebut, Wabup Sleman, Hj. Sri Muslimatun, M.Kes., Anggota DPD RI, Drs. Afnan Hadikusumo, Ketua MPM Dr. Nurul Yamin, Camat Minggir, Ikhsan, S.Sos. dan lainnya.

Setelah prosesi tanam raya Haedar Nashir kemudian meresmikan Kantor PCM Minggir di Wisma Ngloji Sendangagung Minggir. [KM/03]
Sendangrejo - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan Minggir menggelar sosialisasi pengawasan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden kepada masyakarat dan pelajar. Kegiatan yang diikuti perwakilan organisasi dan lembaga yang ada di Minggir tersebut berlangsung di Gubuk Makan Iwak Kalen Balangan, Sabtu (25/8).



Ketua Panwaslu Minggir, Sunu Tri Widada, SIP. dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat terkait proses pengawasan pileg dan pilpres.

Sedangkan, Arjuna Al Ichsan Siregar dari Bawaslu Slema mengajak agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu. "Pengawasan pemilu dilakukan oleh Bawaslu beserta jajarannya, dan juga memungkinkan parsitipasi aktif dari masyakarat," ungkapnya.

Dwi Purwanto dari Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Minggir menyatakan, pihaknya berupaya melakukan pencegahan pelanggaran. "Potensi pelanggaran pemilu bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja," jelasnya. Sehingga ia menyampaikan potensi yang mungkin terjadi.

Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta dari ormas, lembaga, dan perwakilan pelajar yang ada di Kecamatan Minggir. [km/03]

Untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa, Universitas Sebelas Maret (UNS) berencana mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan dalam waktu dekat ini. Selain itu, dengan didirikannya pusat studi yang menggali nilai-nilai Pancasila ini juga dimaksudkan sebagai upaya menangkal dan memberantas radikalisme yang menyasar kalangan mahasiswa.

“Dibentuknya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan ini sangat mendesak sekali. Mengingat, potensi paham radikalisme yang menyasar kalangan mahasiswa di Kampus UNS,” terang Guru Besar Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Prof Dr Hermanu Joebagio MPd kepada wartawan, Kamis (12/7) siang.



Menurut Prof Hermanu, pembentukan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan telah mendapat dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).


Pihaknya sempat mengajukan inisiasi ke Kemenristekdikti terkait potensi radikalisme yang menjamur sejak tahun ‘90-an lalu. Maka dari itu, pihaknya menganggap sangat penting dibentuknya Studi Pancasila dan Kebangsaan.

“Ancaman kian nyata di depan mata. Jika tidak kita mulai saat ini, saya khawatir radikalisme berkembang di kawasan kampus,” jelasnya.

Langkah nyata yang telah dilakukan pihaknya saat ini, lanjut Hermanu, adalah dengan mengajak dosen serta staf di kalangan Kampus UNS untuk mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan. Hasilnya, banyak diantara yang menyatakan setuju.


“Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila-red) untuk melakukan training kepada dosen dan staf kami mengenai pemahaman pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Manajemen FEB UNS, Retno Tanding Suryandari PhD menambahkan pendirian pusat studi tersebut juga bertujuan agar sekitar 36 ribu mahasiswa di UNS paham tentang Pancasila dan Kebangsaan secara utuh.

“Konktitnya kami bentuk agenda bekerjasama dengan berbagai  stakeholders di bawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat),” katanya.

Puncaknya, akan digelar acara bertajuk Pancasila dan Kebangsaan di universitas setempat pada 8 Agustus 2018 mendatang. Rencananya, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri juga akan diundang, dan dihadiri oleh 1.500 tamu terdiri dari mahasiswa, civitas akademika UNS, dan lainnya.[]



Sendangmulyo – Masyarakat di sekitar Kecamatan Minggir, khsususnya yang berdekatan dengan Jalan Kebonagung dikejutkan dengan raungan sirine mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang bergerak ke arah selatan, Sabtu (9/6/2018). Sejumlah grup WA pun ramai dengan pertanyaan apakh terjadi kebakaran di daerah Minggir?



Selang beberapa waktu, beredar kabar terbakarnya lahan tebu di daerah Prapak Kulon Sendangmulyo. Belum diketahui pasti apakah terbakarnya lahan tersebut karena unsur kesengajaan atau tidak. Kejadian tersebut lekas dapat diatasi setelah petugas Damkar turun ke lokasi. Bahkan menurut personel Tagana sekaligus anggota KOKAM Sleman, Hitna, mobil Damkar dari Madukismo juga turut dikerahkan untuk membantu pemadaman.



Kabare Minggir yang mengamati lokasi setelah kejadian mendapati kebakaran yang terjadi berada di area barat sungai kecil yang membelah kebun tebu. Aroma tebu yang terbakar masih terasa menyengat saat melintas di sekitar area.  Kejadian ini mengingatkan agar lebih berhati-hati menjaga lingkungan, terutama dar bahaya kebakaran di musim kemarau. [KM/03]



KabareMinggir – Data mengejutkan datang dari hasil riset yang dirilis di jurnal Nature Communications. Sebagaimana diberitakan situs https://rappler.idntimes.com . Dari riset serupa juga diperoleh fakta bahwa di dunia ini ada 20 sungai yang sebagian besarnya berlokasi di Asia yang terkontaminasi sampah plastik dalam jumlah besar. Bahkan sampah-sampah ini berkontribusi sebanyak 67% dari total produksi sampah plastik dunia.



Sayangnya, dari 20 sungai di dunia dengan kandungan sampah plastik terbesar di dunia, Indonesia diwakili oleh 4 sungai yang semuanya berlokasi di pulau Jawa. Fakta ini menjadikan Indonesia diidentifikasi sebagai salah satu kontributor utama penyebaran sampah plastik di perairan benua Asia.

Sungai tersebut adalah Sungai Brantas di Jawa Timur (jumlah sampah plastik mencapai 38,900 ton per tahun), Sungai Bengawan Solo (32,500 ton), Sungai Serayu (17,100 ton) dan Sungai Progo (12,800 ton). Ketiga sungai terakhir ini berlokasi di Jawa Tengah.

Jika ditotal, maka jumlah sampah plastik yang dibuang ke 4 sungai ini ditambah sungai-sungai kecil dan saluran air di seluruh Indonesia, setiap tahunnya mencapai 200,000 ton! Angka ini sebesar 14,2% dari jumlah total sampah plastik secara global.

Sumber : https://rappler.idntimes.com



KabareMinggir – Peristiwa naas menimpa Kushaeri, Warga Paliyan Gunungkidul, sepeda motor yang dikendarainya dirampas orang saat melewati area persawahan Sendangrejo Minggir. Perampasan terjadi Ahad (20/5) dinihari. Saat itu korban hendak pulang dari Barongan Banyurejo Tempel mengendari sepeda motor Honda Vario Hitam dengan nomor polisi AV 6321 AW. Sesampaikan di persawahan antara Balangan – Gedongan, korban dihadang orang tak dikenal dengan dilempar batu.



Lelaki kelahiran  Wonosari 7 Mei 1992 tersebut berhasil mengelak dari terjangan batu. Menurut penuturan korban, sebelumnya memang telah ada motor dibelakang  yang terus mengikuti. Sesampainya di tempat kejadianperkara (TKP) ada pengendara yang sudah berhenti melawan arah dan melempar batu kekorban tetapi tidak kena. Kemudian kendaraan yang semula di belakang korban memepet korban dan mencabut pedang. Korban berhasil menghindar namun terjatuh dan menyelamatkan diri dengan masuk ke selokan. Pelaku kemudian membawa motor korban ke arah selatan. Korban meminta tolong saksi ke warga sekitar dan diantar ke Polsek Minggir untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di TKP, ditemukan sepasang sandal dan sarung pedang yang diduga milik pelaku perampasan. Dengan adanya perampasan dengan kekerasan tersebut, warga Minggir di harapkan waspada bila mengendari motor pada larut malam atau dinihari apalagi melintasi area persawahan yang sepi dan jauh dari rumah penduduk. Selain Balangan – Gedongan, area yang patut diwaspadai yakni Daratan – Kantor Camat Minggir. [KM/03]

Paling Banyak Dibaca