Back To Top

Kabare Minggir – Satu lagi lokasi menawan yang bisa Anda pilih sebagai tempat wisata. Selain menyuguhkan suasana pedesaan yang asri, desa wisata ini cukup komplit dengan bentang alam yang dimilikinya. Betapa tidak, gemericik air akan selalu tersaji dari aliran selokan yang bersumber dari irigasi Van der Wijk. Belum lagi, keberadaan sebuah mata air yang disebut Sendang Penjalin.

Kegiatan Outbond di Desa Wisata Jonggrangan

Tak sampai di situ, hamparan sawah juga bisa kita nikmati. Letaknya yang berundak memungkinkan jangkauan pandang meluas. Saat memasuki Desa Wisata ‘Widya Budaya’ Jonggrangan ini, sebuah gapura terbuat dari bambu beratapkan semacam dedaunan kelapa siap menyambut. Untuk menjangkau lokasi ini, jalanan pun relatif sudah bagus.

Memasuki lokasi wisata, kita akan disuguhkan aliran selokan yang cukup deras. Menurut warga setempat, meskipun kemarau aliran air tersebut  tak pernah kering. Di sebelah kanan, akan terlihat sebuah bangunan mirip ‘joglo’. Dengan teduhan pepohonan yang tinggi. Jika kita amati dari dekat, kita akan menemukan tangga ke arah bawah menuju mata air yang ditampung dalam sebuah kolam dengan sekat-sekat. Inilah yang disebut Sendang Penjalin, yang dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber air untuk mandi dan mencuci.


Kita bisa ke arah barat, berjalan di pinggiran selokan dan menyusuri pematang sawah. Di sana ada pemandangan tidak kalah eksotisnya, berupa Gunung Tugel. Memang lumayan menguras energi karena jalan yang harus dilalui naik turun. Jika pada musim tanam, maka hamparan sawah menghijau akan tersaji. Lokasi di seputaran Gunung Tugel sudah lumayan tertata. Sebuah air mancur dengan kolam di sekelilingnya mempercantik pandangan. Warga sekitar pun sudah menyiapkan sarana pendukung berupa toilet.

Jika mau, Anda juga bisa bermaain air, menyusuri aliran sungai yang tepat berada di sisi utara Gunung Tugel. Begitupun di bagian barat, aliran Sungai Progo menjadi daya tarik tersendiri.

Merasakan Outbond dan Mencicip Nira

Untuk mendukung perkembangan Desa Wisata Jonggrangan, karang taruna setempat bersama warga menyiapkan paket outbond dengan pilihan harga dan fasilitas bervariasi. Selain itu, aneka produk lokal pun siap dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Produk lokal yang menjadi andala Desa Wisata Jonggrangan berupa Nira, air dari pohon kelapa yang biasa digunakan sebagai bahan Gula Jawa. Selain itu ada pula yang sudah diolah berbentuk gula jawa, maupun gula semut. Ada pula beragam keripik, serta bahan minuman kesehatan berupa gujahe, paduan gula jawa dan jahe.


Desa Wisata Jonggrangan terletak di Dusun Jonggrangan Desa Sendangrejo Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman. Untuk mencapainya tidak begitu sulit, karena dekat dengan Pasar Balangan dan Rumah Makang Mang Engking. Jika dari arah Yogyakarta, bisa melewati jalur Terminal Jombor ke barat lurus, sampai perempatan Balangan. Di sebelah barat perempatan terdapat selokan Van der Wijk, dan terdapat gang masuk kampung ke arah utara. Ikut jalur tersebut.

Demikian juga jika dari arah Magelang-Semarang, Anda bisa ambil arah ke selatan di trafic light Tempel setelah jembatan Krapyak. Ikut jalur sampai arah Balangan. Kemudian ambil arah ke kanan. [KM03]

Minggir - Para sesepuh pernah berpesan, Makanlah yang kalian tanam dan tanamlah yang kalian makan. Sebuah pesan yang mengajak agar masyarakat bisa mandiri dalam urusan ketersediaan pangan.



Menyadari akan hal tersebut Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) fokus membina petani dan nelayan di berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya dengan mendorong para petani untuk bertani secara berjamaah dan menerapkan teknik pertanian modern. Agar menjadi petani berkemajuan.

Pada Senin (10/9) menjadi momen berharga bagi petani di Kecamatan Minggir. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. berkenan hadir memompa semangat sekaligus mengukuhkan berdirinya Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Minggir dan Kabupaten Sleman.

Selain itu Haedar Nashir juga berkesempatan melakukan tanam raya padi jenis menthik wangi. Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengajak agar petani bisa bersama-sama untuk saling bersinergi menuju kemandirian pangan. "Banyak produk pangan yang saat ini masih diimpor, bahkan garam yang mampu diproduksi di Madura pun kita masih impor," jelas Haedar.

Hadir dalam tanam raya tersebut, Wabup Sleman, Hj. Sri Muslimatun, M.Kes., Anggota DPD RI, Drs. Afnan Hadikusumo, Ketua MPM Dr. Nurul Yamin, Camat Minggir, Ikhsan, S.Sos. dan lainnya.

Setelah prosesi tanam raya Haedar Nashir kemudian meresmikan Kantor PCM Minggir di Wisma Ngloji Sendangagung Minggir. [KM/03]
Sendangrejo - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan Minggir menggelar sosialisasi pengawasan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden kepada masyakarat dan pelajar. Kegiatan yang diikuti perwakilan organisasi dan lembaga yang ada di Minggir tersebut berlangsung di Gubuk Makan Iwak Kalen Balangan, Sabtu (25/8).



Ketua Panwaslu Minggir, Sunu Tri Widada, SIP. dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat terkait proses pengawasan pileg dan pilpres.

Sedangkan, Arjuna Al Ichsan Siregar dari Bawaslu Slema mengajak agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu. "Pengawasan pemilu dilakukan oleh Bawaslu beserta jajarannya, dan juga memungkinkan parsitipasi aktif dari masyakarat," ungkapnya.

Dwi Purwanto dari Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Minggir menyatakan, pihaknya berupaya melakukan pencegahan pelanggaran. "Potensi pelanggaran pemilu bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja," jelasnya. Sehingga ia menyampaikan potensi yang mungkin terjadi.

Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta dari ormas, lembaga, dan perwakilan pelajar yang ada di Kecamatan Minggir. [km/03]

Untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa, Universitas Sebelas Maret (UNS) berencana mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan dalam waktu dekat ini. Selain itu, dengan didirikannya pusat studi yang menggali nilai-nilai Pancasila ini juga dimaksudkan sebagai upaya menangkal dan memberantas radikalisme yang menyasar kalangan mahasiswa.

“Dibentuknya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan ini sangat mendesak sekali. Mengingat, potensi paham radikalisme yang menyasar kalangan mahasiswa di Kampus UNS,” terang Guru Besar Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Prof Dr Hermanu Joebagio MPd kepada wartawan, Kamis (12/7) siang.



Menurut Prof Hermanu, pembentukan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan telah mendapat dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).


Pihaknya sempat mengajukan inisiasi ke Kemenristekdikti terkait potensi radikalisme yang menjamur sejak tahun ‘90-an lalu. Maka dari itu, pihaknya menganggap sangat penting dibentuknya Studi Pancasila dan Kebangsaan.

“Ancaman kian nyata di depan mata. Jika tidak kita mulai saat ini, saya khawatir radikalisme berkembang di kawasan kampus,” jelasnya.

Langkah nyata yang telah dilakukan pihaknya saat ini, lanjut Hermanu, adalah dengan mengajak dosen serta staf di kalangan Kampus UNS untuk mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan. Hasilnya, banyak diantara yang menyatakan setuju.


“Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila-red) untuk melakukan training kepada dosen dan staf kami mengenai pemahaman pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Manajemen FEB UNS, Retno Tanding Suryandari PhD menambahkan pendirian pusat studi tersebut juga bertujuan agar sekitar 36 ribu mahasiswa di UNS paham tentang Pancasila dan Kebangsaan secara utuh.

“Konktitnya kami bentuk agenda bekerjasama dengan berbagai  stakeholders di bawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat),” katanya.

Puncaknya, akan digelar acara bertajuk Pancasila dan Kebangsaan di universitas setempat pada 8 Agustus 2018 mendatang. Rencananya, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri juga akan diundang, dan dihadiri oleh 1.500 tamu terdiri dari mahasiswa, civitas akademika UNS, dan lainnya.[]



Sendangmulyo – Masyarakat di sekitar Kecamatan Minggir, khsususnya yang berdekatan dengan Jalan Kebonagung dikejutkan dengan raungan sirine mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang bergerak ke arah selatan, Sabtu (9/6/2018). Sejumlah grup WA pun ramai dengan pertanyaan apakh terjadi kebakaran di daerah Minggir?



Selang beberapa waktu, beredar kabar terbakarnya lahan tebu di daerah Prapak Kulon Sendangmulyo. Belum diketahui pasti apakah terbakarnya lahan tersebut karena unsur kesengajaan atau tidak. Kejadian tersebut lekas dapat diatasi setelah petugas Damkar turun ke lokasi. Bahkan menurut personel Tagana sekaligus anggota KOKAM Sleman, Hitna, mobil Damkar dari Madukismo juga turut dikerahkan untuk membantu pemadaman.



Kabare Minggir yang mengamati lokasi setelah kejadian mendapati kebakaran yang terjadi berada di area barat sungai kecil yang membelah kebun tebu. Aroma tebu yang terbakar masih terasa menyengat saat melintas di sekitar area.  Kejadian ini mengingatkan agar lebih berhati-hati menjaga lingkungan, terutama dar bahaya kebakaran di musim kemarau. [KM/03]



KabareMinggir – Data mengejutkan datang dari hasil riset yang dirilis di jurnal Nature Communications. Sebagaimana diberitakan situs https://rappler.idntimes.com . Dari riset serupa juga diperoleh fakta bahwa di dunia ini ada 20 sungai yang sebagian besarnya berlokasi di Asia yang terkontaminasi sampah plastik dalam jumlah besar. Bahkan sampah-sampah ini berkontribusi sebanyak 67% dari total produksi sampah plastik dunia.



Sayangnya, dari 20 sungai di dunia dengan kandungan sampah plastik terbesar di dunia, Indonesia diwakili oleh 4 sungai yang semuanya berlokasi di pulau Jawa. Fakta ini menjadikan Indonesia diidentifikasi sebagai salah satu kontributor utama penyebaran sampah plastik di perairan benua Asia.

Sungai tersebut adalah Sungai Brantas di Jawa Timur (jumlah sampah plastik mencapai 38,900 ton per tahun), Sungai Bengawan Solo (32,500 ton), Sungai Serayu (17,100 ton) dan Sungai Progo (12,800 ton). Ketiga sungai terakhir ini berlokasi di Jawa Tengah.

Jika ditotal, maka jumlah sampah plastik yang dibuang ke 4 sungai ini ditambah sungai-sungai kecil dan saluran air di seluruh Indonesia, setiap tahunnya mencapai 200,000 ton! Angka ini sebesar 14,2% dari jumlah total sampah plastik secara global.

Sumber : https://rappler.idntimes.com

Paling Banyak Dibaca