Back To Top
Kondisi wabah Virus Corona yang belum juga mereda membuat warga masyarakat ikut merasakan imbasnya. Apalagi bagi mereka yang tidak mendapatkan informasi secara lengkap dan benar.


Misal kondisi yang terjadi di Puskesmas Minggir. Menurut Ikrima Isnani, beberapa waktu ini Puskesmas Minggir didatangi masyarakat yang ingin dibuatkan surat keterangan bebas Virus Corona.
Menurut Ikrima, melalui pesan yang disampaikan ke Kabare Minggir, tidak ada yang bisa menjamin seseorang bebas dari Virus Corona atau Covid-19. "Dengan Anda keluar rumah, pergi ke Puskesmas dan bertemu dengan pasien lain peluang tertular sangat besar," tulisnya.


Untuk itu ia mengajak agar masyarakat memahami virus Corona sangat mudah menular. "Kita tidak tahu orang yang positif covid-19 dan tidak, padahal jika dia pegang benda maka virus itu akan menempel pada benda itu, tanpa sengaja ada pegang benda yang ada virusnya, terus anda tidak mencuci tangan, lalu anda mengusap mata, mungkin sekali anda tertular," terangnya. 

Belum jelas penggunaan surat keterangan bebas Virus Corona tersebut akan digunakan untuk apa.

Untuk itu ia mengimbau untuk, agar tetap stay at home....biar aman....
Berfikirlah anda keluar rumah itu bahaya!

Sementara itu, pengujian terhadap pasien suspect Covid-19 dilakukan oleh BBTKLPP (
Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) di Jalan Imogiri Timur Banguntapan serta Laboratorium Kemenkes di Jakarta. [KM/03]
Kabare Minggir - Virus Corona memaksa sejumlah universitas di Yogyakarta menghentikan perkuliahan secara tatap muka. Bahkan beberapa kampus mengambil kebijakan 'lockdown' dari segala aktivitas mahasiswa dan pegawai.



Satu di antara yang menjalankan kuliah online adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Perguruan tinggi megah yang berlokasi di Kasihan Bantul ini sejak awal Bulan Maret lalu sudah menghentikan perkuliahan di kampus.



Mahasiswa mengikuti kuliah online yang dilakukan oleh masing-masing dosen. Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihak kampus memberikan insentif berupa subsidi kuota internet kepada para mahasiswa.

Lihat Video : Pilihan Transportasi ke Badara YIA 

Setiap bulan setiap mahasiswa mendapatkan jatah Rp 150.000 dan akan diterapkan selama tiga bulan. Terhitung Bulan Maret, April dan Mei. Sehingga total mendapatkan subsidi Rp450.000. Dengan ketentuan akan dipotongkan pada pembayaran uang semester pada semester berikutnya.

Langkah ini sebagai kompensasi, dihentikannya kuliah di kampus secara tatap muka. [KM/03]


🚨 MINGGIR MEMANGGILMU 🚨

===================================
Melawan Corona adalah Tugas Kita Bersama
Aku, Kamu, Dia, dan Kita Semua

Mari bersatu
BERSAMA LAWAN CORONA ✊🏻
===================================

Wabah corona (Covid-19) di Indonesia semakin hari kian meningkat. Sebanyak 1.046 orang dinyatakan positif Covid-19, 46 orang sembuh dan 87 orang meninggal dunia. (Sumber : www.covid19.go.id 27 Maret 2020 Pukul 17.20).

Di sisi lain, jumlah ODP di wilayah Minggir sudah mencapai 20 orang. (Sumber: corona.jogjaprov.go.id 28 Maret 2020)



Untuk itu, kami PCPM Minggir dan PCNA Minggir mengajak warga Minggir sekalian untuk bersama-sama mewujudkan kepedulian pada sesama dalam menghadapi wabah Covid-19.

Adapun kontribusi yang njenengan berikan insya Allaah akan kami salurkan untuk : 

1️⃣ Bantuan Garda Terdepan Pahlawan Medis Puskesmas Minggir

Berupa Pemenuhan kebutuhan nutrisi tenaga medis, Alat Pelindung Diri (APD), dan kebutuhan medis lainnya

2️⃣ Pengadaan Alat Edukasi Masyarakat
Berupa leaflet, poster, brosur, dan bentuk lainnya

3️⃣ Bahan Pembersih Untuk Masyarakat
Berupa sabun, handsanitizer, desinfektan, dan sebagainya

Salurkan kontribusi terbaik njenengan melalui: 
💳 Bank Mandiri 
137 00 1655647 0
Atas nama Welas Ningrum

Nb : mohon menambahkan angka 002 pada 3 digit terakhir nominal sebagai kode transaksi. 

📱Konfirmasi dan bukti transfer dikirimkan ke nomor  
dengan format : 
MM_Nama_Nominal ke  wa.me/+6283840031421 (Welas Ningrum)

atau

🛵 hubungi http://wa.me/+6282298173708 (Suryadi) untuk layanan jemput donasi
===================================

Jangan lupa ajak keluarga dan tetangga njenengan sekalian yaa!

Karena kami percaya, semua orang ingin bergerak, bersatu, dan saling membantu untuk melawan corona dengan apapun yang mereka punya

Karena bantuan sekecil apapun, akan sangat berarti untuk mereka yang membutuhkan.

Kita semua bisa #LawanCorona bersama, insya Allaah

Jazaakumullaah khairan

#DirumahAja
#LawanCorona
Kabare Minggir - Pasien positif Virus Corona di DIY mengalami peningkatan jumlah menjadi 19 orang per Jumat (27/3/2020). Demikian rilis Humas Pemda DIY melalui akun twitter mereka. 

Jumlah pasien meinggal juga mengalami peningkatan jumlah. Tiga pasien positif meninggal dan empat pasien dalam masa uji laboratorium meninggal. 


Posko Terpadu Penanganan Covid-19 DIY merinci total pasien yang sudah diperiksa mencapai 143 orang. Pasien negatif berjumlah 37 orang, pasien positif 19 orang dengan satu orang berhasil sembuh, tiga orang lainnya meninggal.


Sebanyak 87 orang masing menunggu hasil laboratorium, empat di antaranya meninggal sebelum hasil laboratorium keluar.

Untuk melihat perkembangan penanganan Virus Corona yang berasal dari China ini, masyarakat bisa mengakses website corona.jogjaprov.go.id

Atau melalui layanan telepon 0274 555 585 dan 08112764800. [KM/02]

"Mending mati kebedil Londho, timbang mati keno viruse Cino. Sio-sio..."


Kabare Minggir - Setelah beberapa hari ini berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga baik secara mandiri maupun dikoordinir pihak pemerintah setempat. Kini mulai bermunculan poster dan banner yang mengajak masyarakat untuk tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran Virus Corona.



Penyebaran Virus China atau dikenal dengan Covid-19 memang terus membuat warga khawatir, apalagi dengan membanjirnya para pemudik dari berbagai daerah mulai masuk ke Yogyakarta. Bahkan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X secara khusus meminta kepada para pemudik atau pendatang dari luar kota untuk melakukan isolasi secara mandiri.

Pesan Lockdown dari warga Donoharjo Ngaglik Sleman


https://twitter.com/_DimassSeno

Efektifitas berdiam diri di rumah memang sangat tergantung dengan kepatuhan warga. Karena di beberapa tempat warga masih beraktifitas seperti biasa bahkan para pedagang sayur, jajanan dan sebagainya dari luar daerah juga bebas keluar masuk kampung.

Pesan Lockdown dari warga Rejosari Wedomartani Ngemplak Sleman.


https://twitter.com/Purnama020393

Untuk mengantisipasi arus lalu lintas yang masuk terjadi tersebut di Sleman beberapa tempat membuat alat penyemprot disinfektan otomatis yang ditempatkan di jalan masuk ke desa, sehingga setiap kendaraan yang masuk otomatis tersemprot disinfektan.


Sementara beberapa kampung menempel banner atau poster mengajak warga untuk berdiam di rumah. Beberapa pintu masuk kampung juga ditutup dengan menerapkan wajib lapor. Upaya swadaya masyarakat tersebut sebagai langkah mencegah penyebaran virus korona agar tidak semakin merajalela. [KM/03]


Kabare Minggir – Meskipun ada imbauan untuk tidak mudik alias pulang kampung, bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara khusus menyampaikan statement agar warga Jakarta dan perantau tetap tinggal. Namun ternyata tetap banyak warga yang pulang kampung karena tidak adanya aturan tegas dari pihak yang berwenang.



Pemdudik yang datang ke Yogyakarta, diperkirakan ada seribu orang. Ini adalah pemudik yang tercatat atau terpantau, sedangkan yang tidak tercatat kemungkinan lebih besar lagi jumlahnya. Kepada mereka Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengky Buwana X mengimbau agar para pemudik, terutama dari daerah yang sudah terjangkit virus korona untuk mengisolasi diri selama 14 hari.


Untuk mendukung imbauan tersebut, sesuai dengan arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, salah satu caranya adalah dengan melapor ke pihak desa dan kelurahan apabila kita telah kembali dari rantau untuk menjaga seluruh elemen masyarakat dari bahaya Covid-19, demikian sebagaimana dikutip dari Kominfo DIY.


Tentu butuh peran aktif dari semua warga masyarakat dan kesadaran para pemudik agar penyebaran virus korona bisa dikendalikan. Sebab kita tidak tahu apakah sebagai pembawa virus atau tidak. [KM/03]

Paling Banyak Dibaca