Back To Top

Kabar – Kemajuan teknologi memungkinan masyarakat mengakses dana lebih mudah dan leluasa. Hadirnya fintech membuat akses terhadap keuangan tidak lagi datang ke bank dan bertatap muka dengan teller. Sebab dari rumah, dengan memanfaatkan gadget yang ada sudah bisa melakukan beragam transaksi dan pengajuan pinjaman.



Meskipun begitu, masyarakat harus lebih waspada, karena celah penipuan semakin terbuka. Jika tidak hati-hati akan sangat merugikan konsumen. Berikut daftar penyelenggara fintech yang terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai dengan 30 September 2019.

Sampai dengan 30 September 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 127 perusahaan. OJK mengimbau masyarakat agar menggunakan jasa penyelenggaran fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK.


[KM/03 || ojk.go.id]




Rerasan – Entah sejak kapan, pesan singkat atau SMS kini sering mampir di Handphone kita. Ada yang menduga, registrasi seluler yang harus menyertakan detail data diri berupa KTP, Kartu Keluarga dan data lainnya menyebabkan data dan nomor pelanggan seluler mudah dikenali dan digunakan berbagai pihak untuk beragam kepentingan.

Sumber: OJK.GO.ID
Yang jelas, kini semakin banyak SMS yang masuk ke HP dengan berbagai ragam penawaran bahkan penipuan. Mulai dari penawaran pinjaman, kabar mendapatkan hadiah hingga bayar kontrakan, yang tidak pernah kita kontrak!

Khusus untuk penawaran pinjaman sepertinya kian massif dengan iming-iming pinjaman bisa diperoleh secara mudah dengan media online. Kisarannya dari jutaan hingga ratusan juta.

Nah, warga Minggir harus waspada. Karena tidak semua situs peminjaman online tersebut terdaftar resmi di otoritas yang berwenang. Berikut beberapa cara untuk mengenali situs pinjaman online yang terindikasi penipuan:

1.     Tidak memiliki izin resmi
2.     Tidak mencantumkan informasi yang jelas.
3.     Memberi pinjaman dengan sangat mudah.
4.     Transfer atas nama rekening pribadi.
5.     Informasi bunda dan denda tidak jelas.
6.     Tidak ada layanan pengaduan.

Biasanya otoritas jasa keuangan (OJK) secara berkala mengeluarkan daftar resmi lembaga atau perusahaan yang memiliki izin. Keterangan lengkap bisa dilihat di www.ojk.go.id

Untuk edisi Oktober, berikut daftar resmi Fintech yang memiliki izin dari OJK: Fintech dengan Izin Resmi dari OJK

[KM/03 || ojk.go.id]


Kabare Minggir – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengajak masyarakat khsusunya para petani selain meningkatkan kemampuan produknya juga memperhatikan teknik pemasaran. Hal tersebut diungkapkan Sri Muslimatun saat membuka Gelar Potensi di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluh Pertanian, Pangan, dan Perikanan (UPTD BP4) wilayah I, Moyudan Sleman, Selasa (15/10).

Foto: slemankab.go.id

Kegiatan tersebut menjadi even yang strategis sebagai upaya mengembangkan pasar untuk produk pertanian. Ia juga mengajak petani untuk memanfaatkan media online. “Dengan kemudahan media online yang saat ini menjadi trend dunia, bisa membuka pangsa pasar untuk produk pertanian,” ungkap Wabup.


Melalui kegiatan yang diikuti berbagai Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Minggir dan Moyudan tersebut diharapkan potensi pertanian mendukung terwujudnya swasembada pangan. Kegiatan ini juga dapat memperpendek rantai pemasaran yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Wabup, saat ini sektor pertanian, perikanan dan pangan di Kabupaten Sleman masih menjadi unggulan dalam dinamika dan struktur perekonomian daerah. Pada tahun 2018 produksi sebanyak 249.863 ton dan konsumsi masyarakat Sleman 172.492 ton, surplus beras di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 yaitu sebanyak 78.867.75 ton dengan luas lahan sawah yaitu 18.137 Ha.


Angka ketersediaan ikan perkapita per tahun di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 sebesar 33,99kg perkapita per tahun meningkat 3,16% dibanding dengan tahun 2017 sebesar 32,95 kg perkapita per tahun. “Tingkat ketersediaan ikan konsumsi di Sleman Iebih tinggi dibandingkan dengan tingkat ketersediaan ikan konsumsi di DIY yaitu sebesar 32,16kg per kapita untuk tahun 2018. Nilai Tukar Petani meningkat 11,97 dari 107,05 di tahun 2017 menjadi 119,02 di tahun 2018,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Heru Saptono menyampaikan harapannya dengan diselenggarakan Gelar Potensi ini dapat mendekatkan produsen dan konsumen sehingga terjadinya transaksi dalam jumlah besar. “KWT yang sudah bisa menghasilkan produk ini lebih dekat ke konsumen harapannya nanti dapat meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Moyudan,” ungkapnya. [KM/03 || slemankab.go.id]

Kabare Minggir - Humas Pemda DIY belum lama ini merilis data daerah yang rencana akan dilalui tol Jateng-DIY. Ada delapan kecamatan di Sleman yang dilewati jalan tol. Dari arah barat ada Kecamatan Tempel (Desa Banyurejo), Seyegan (Margokaton, Margomulyo dan Margodadi), Mlati (Sinduadi, Tlogoadi, Tirtoadi dan Sendangadi), dan Gamping (Trihanggo).



Sedangkan dari arah timur terdapat Kecamatan Depok (Maguwoharjo, Catur tunggal, Condong Catur), Ngaglik (Sariharjo), Kalasan (Selomartani, Tamanmartani, Tirtomartani, Purwomartani), Prambanan (Bokoharjo). Dengan dilaluinya tol melewati Yogyakarta, maka pupus sudah pernyataan Gubernur DIY yang sempat beredar luas untuk menolak adanya jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta. [KM/03]

Kabare Minggir - TPA Aisyiah Taman Qurrota A’yun Plembon dan TK ABA Kalikotak melakukan minitrip ke Polsek Minggir, Selasa (15/10). Kegiatan mengambil tema Profesi, Sub Tema Polisi, demikian jelas Kepala Sriwijayati.








Menurut Sriwijayati kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih dekat mengenal profesi Polisi. TPA Aisyiyah Taman Qurrota A'yun Plembon tahun  2019 berhasil meraih akreditasi dengan nilai B. Siap untuk mendidik putra-putri Bapak/Ibu semua. Saat ini mendidik 25 siswa dengan 4 guru. Beralamat di Plembon Sendangsari Minggir Sleman. [e]


Kabare Minggir – Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.SI. mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman menerima penghargaan Natamukti yang diserahkan dalam rangkaian kegiatan Galang UKM Indonesia 2019 yang berlangsung di IPB Convention Center Kota Bogor Jawa Barat, Senin (7/10). Pemkab Sleman berhasil meraih penghargaan dalam katagori Natamukti Nindya dari International Council for Small Businner (ICSB).

Sumber: slemankab.go.id

Sleman dianggap telah berhasil mengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara meyeluruh. Natamukti diberikan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen dalam mendukung kemajuan UMKM. Sebab UMKM dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara global.


Menurut Sri Purnomo, saat ini di Sleman terdapat lebih dari 36 ribu UMKM. Sehingga Pemkab Sleman terus mendukung agar UMKM yang ada mampu memiliki daya saing dengan melakukan berbagai kreasi dan inovasi. Bupati mengungkapkan, ada tiga daerah yang mendapat raihan pernghargaan tertinggi tersebut, yakni Sleman, Surabayan dan Belitung.


Natamukti Award dibagi menjadi 3 kategori, yaitu Penghargaan Natamukti yang diberipan kepada Kota/Kabupaten yang berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem UMKM. Natamukti Nindya Ganapravara diberikan kepada Kota/Kabupaten yang telah memenangkan penghargaan Natamukti Nindya di tahun sebelumnya dan berhasil mempertahankan performa UKM-nya di tahun selanjutnya. Natamukti Nindya yang merupakan penghargaan tertinggi. Penghargaan ini diberikan kepada kota/kabupaten dalam meningkatkan daya saing UMKM secara keseluruhan, baik di tingkat nasional bahkan internasional. [KM 03 || slemankab.go.id]

Paling Banyak Dibaca