Back To Top
Desa Sendangagung menggelar workshop dan musyawarah pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Sabtu-Ahad (12-13/1) di Kalibawang Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 orang terdiri dari Perangkat Desa, LPMD, BPD, PKK, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat.


Pembahasan dibagi menjadi tiga komisi, komisi A membahas pemetaaan potensi ekonomi. Komisi B, menggodok kegiatan ekonomi yang potensial menjadi Bumdes. Sedangkan komisi C, merancang anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART).

Dari pembahasan komisi B, yang dipimpin Dwi Purwanto, SP. menghasilkan tiga rekomendasi bidang garapan yang bisa menjadi Bumdes.

Bidang pengelolaan, meliputi pengelolaan Pisew dan Lapangan Desa. Bidang Jasa melayani pengambilan dan pengelolaan sampah. Ketiga, bidang produksi berupa pengemasan beras dan pengolahan hasil pertanian.

Tiga usulan ini kemudian dipaparkan di hadapan sidang pleno. Dalam penjelasannya, Dwi Purwanto. mengungkap Desa Sendangagung memiliki banyak potensi.

"Untuk prioritas di tahun 2019, bidang pengelolaan, jasa dan produksi akan coba dijalankan," ujarnya. [km/03]


Kabare Minggir - Desa Sendangagung Kecamatan Minggir, menggelar workshop dan musyawarah pembentukan badan usaha milik desa (Bumdes). Kegiatan berlangsung di Lentera Kasih Kulon Progo, Sabtu-Ahad (12-13/1).


Dalam pemaparan Kebijakan Pemdes terkait pmebentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Kepala Desa Sendangagung, R. Heru Prasetyo Wibowo, SE. mengungkaplan dorongan dari Pemda Sleman untuk pembentukkan Bumdes sudah bergulir beberapa waktu lalu.



Ia mengharapkan dengan Bumdes akan meningkatkan pendapatan bagi warga masyarakat. Ia pun mengajak dalam mendirikan Bumdes bisa memaksimalkan potensi yang ada di Sendangagung.

"Kami siap menganggarkan Rp 75 juta untuk menyiapkan pembentukkan Bumdes, untuk alokasi perekrutan sumber daya pengelola Bumdes. Sehingga pihak desa hanya tinggal mengawasi saja," jelasnya.

"Kami butuh dukungan dari seluruh elemen yang ada di Desa Sendangagung," ujar Bowo.

Sendangagung sendiri sudah memiliki asset, berupa bangunan kios di utara Lapangan Kebonagung yang siap dimanfaatkan.

"Kebijakan yang ada di desa bukan bersifat mutlak, untuk itu butuh komitmen bersama untuk mengelola Bumdes," ujar Bowo. [km/03]

Berikut kebiasaan sehari-hari yang bisa dikurangi agar kita bisa ikut mengurangi penggunaan plastik.

1.    Membawa tas belanja dan hindari penggunaan tas kresek

2.    Menggunakan kotak makan

3.    Menggunakan wadah air minum

4.    Mengurangi penggunaan sedotan



5.    Membeli jajanan dengan bungkus daun


Sumber gambar : Grup Whatsapp


Penggunaan plastik untuk aktifitas sehari-sehari memang sangat memudahkan dan praktis. Tetapi di balik itu, sifat plastik yang sulit untuk terurai mengakibatkan pencemaran lingkungan sehingga membahayakan bukan saja unuk manusia tetapi juga bagi hewan dan mengancam kesuburan tanah.



Menurut Dr. Agus Haryono dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, seperti dilansir kumparan.com, setiap hari orang kerergantungan terhadap plastik semakin tinggi, namun bahaya yang timbulkannya kurang di sadari oleh masyarakat.

Penggunaan bahan plastik dalam kehidupan sehari - hari tidak perlu di khawatirkan jika kita tau cara penggunannya. Plastik yang aman untuk di pakai pada suhu tertentu dan minyak/lemak untuk kemasan makanan adalah plastik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).


Namun, tidak semua produk kemasan plastik memenuhi standar SNI. Maka dari itu kita harus lebih teliti untuk memasukan makanan atau minuman panas kedalam plastik.
Adapun bahaya yang di timbulkan plastik bagi kesehatan tubuh adalah sebagai berikut:

1.    Menyebabkan Kanker
Jika sampai terurai ke dalam tubuh bisa berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kanker. Dikarenakan plastik mengalami penguraian sebagai dioksin.

2.    Menganggu Sistem Saraf
Dioksin yang terhirup oleh manusia, bukan cuma sekedar kanker yang di timbulkan. Sistem saraf pun akan terangsang sehingga menimbulkan kerusakan.

3.    Depresi
Potensi depresi ini juga dapat disebabkan oleh paparan senyawa dari plastik saat proses pembakaran yang tidak sempurna.

4.    Pembekakan Hati
Kemasan plastik yang dipakai untuk membungkus makanan atau minuman panas juga dapat menimbulkan pembekakan hati, karena plastik yang sifatnya bisa didaur ulang.

5.    Gangguan Reproduksi
Salah satu bahaya penggunaan plastik adalah gangguan reproduksi, hal ini disebabkan adanya bahan kimia tambahan yang beragam.

6.    Radang Paru – Paru
Zat karsinogenik yang keluar dari pengunaaan botol atau plastic saat terkena paparan panas akan menyebabkan peradangan pada paru – paru.

Plastik juga menggangu ekosistem lingkungan, yaitu :

1.    Mengakibatkan Banjir
Bukan hanya berbahaya bagi kesehatan, plastik juga sangat berbahaya bila pembuangannya tidak tepat pada tempatnya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya banjir karena plastik yang menyumbat aliran sungai yang tidak mudah terurai menumpuk.

2.    Menurunkan Kesuburan Tanah
Plastik yang susah atau lama mengurai dapat menurunkan kesuburan tanah karena sirkulasi udara dalam tanah menjadi terhalang, ruang gerak hewan pengurasi terhambat dan tergangggu.

3.    Menjerat Hewan
Bukan hanya hewan yang berada di dalam tanah, hewan yang berada di laut pun mengalami dampak negatif dari sampah plastik. Sampah plastik yang dibuang ke perairan sungai atau laut sangat besar peluang bagi hewan tersebut untuk terjerat plastik.

4.    Meracuni Makhluk Hidup
Seeokor hewan yang mati karena mengkonsumsi plastik, plastik yang ada di dalam tubuh hewan tersebut tetap tidak akan mudah terurai dan tidak mudah hancur, hanya hewannya saja yang menjadi bangkai namun plastiknya tidak hancur, inilah yang menyebabkan racun menyebar kepada makhluk hidup lainnya.

5.    Pencemaraan Air
Plastik dapat memperburuk kualitas air, bahan kimia yang penuh racun seperti Bisphenol A, Styrene Trimer serta Polystyrene dapat mencemari air. Air yang tercemar lalu diguanakan untuk aktifitas sehari – hari dapat memepengaruhi kesehatan tubuh manusia.

6.    Polusi udara
Cara yang paling banyak di pakai masyarakat untuk membuang sampah adalah dengan cara di bakar. Namun, proses pembakaran ini akan membuat atmosfer terkontaminasi, karena ketikan sampah plastic di bakar bahan kimia yang menjadi racun akan menyebar ke udara yang menyebabkan polusi udara.

Sumber: kumparan.com


Sebagaimana dilansir akun twitter RTMC Ditlantas DIY @RTMC_Jogja, berkaitan dengan pembangunan underpass Kentungan pengalihan arus akan dibagi ke dalam beberapa zona. 







Untuk Zona satu meliputi Tempel – Simpang Empat Proliman - Klangon – Gamping – Maguwo – Janti. Sehingga otomatis melewati wilayah Minggir antara Gedongan hingga Balangan.

Pembangunan sendiri adakn dimulai 14 Januari – 31 Desember 2019. Dibangun serupa dengan underpass simpang jombor membujur dari timur ke barat. Panjang underpass di simpang Gejayan, 515 meter, lebar 15,50 meter dan tinggi enam meter.




Sedangkan simpang Kentungan, panjang 1,060 meter dengan tinggi enam dan lebar jalan 15,50 meter. Arus lalu linttas di perempatan Kentungan kerap tersendat, terutama di pagi hari dan sore hari. Akibatnya ruas jalan di sekitarnya, seperti jalan Affandi dan Jalan Kaliurang pun ikut mengalami kepadatan. Dengan pembagunan underpass tersebut diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang sering terjadi. [km/03]



Kabare Minggir – Satu lagi lokasi menawan yang bisa Anda pilih sebagai tempat wisata. Selain menyuguhkan suasana pedesaan yang asri, desa wisata ini cukup komplit dengan bentang alam yang dimilikinya. Betapa tidak, gemericik air akan selalu tersaji dari aliran selokan yang bersumber dari irigasi Van der Wijk. Belum lagi, keberadaan sebuah mata air yang disebut Sendang Penjalin.

Kegiatan Outbond di Desa Wisata Jonggrangan

Tak sampai di situ, hamparan sawah juga bisa kita nikmati. Letaknya yang berundak memungkinkan jangkauan pandang meluas. Saat memasuki Desa Wisata ‘Widya Budaya’ Jonggrangan ini, sebuah gapura terbuat dari bambu beratapkan semacam dedaunan kelapa siap menyambut. Untuk menjangkau lokasi ini, jalanan pun relatif sudah bagus.

Memasuki lokasi wisata, kita akan disuguhkan aliran selokan yang cukup deras. Menurut warga setempat, meskipun kemarau aliran air tersebut  tak pernah kering. Di sebelah kanan, akan terlihat sebuah bangunan mirip ‘joglo’. Dengan teduhan pepohonan yang tinggi. Jika kita amati dari dekat, kita akan menemukan tangga ke arah bawah menuju mata air yang ditampung dalam sebuah kolam dengan sekat-sekat. Inilah yang disebut Sendang Penjalin, yang dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber air untuk mandi dan mencuci.


Kita bisa ke arah barat, berjalan di pinggiran selokan dan menyusuri pematang sawah. Di sana ada pemandangan tidak kalah eksotisnya, berupa Gunung Tugel. Memang lumayan menguras energi karena jalan yang harus dilalui naik turun. Jika pada musim tanam, maka hamparan sawah menghijau akan tersaji. Lokasi di seputaran Gunung Tugel sudah lumayan tertata. Sebuah air mancur dengan kolam di sekelilingnya mempercantik pandangan. Warga sekitar pun sudah menyiapkan sarana pendukung berupa toilet.

Jika mau, Anda juga bisa bermaain air, menyusuri aliran sungai yang tepat berada di sisi utara Gunung Tugel. Begitupun di bagian barat, aliran Sungai Progo menjadi daya tarik tersendiri.

Merasakan Outbond dan Mencicip Nira

Untuk mendukung perkembangan Desa Wisata Jonggrangan, karang taruna setempat bersama warga menyiapkan paket outbond dengan pilihan harga dan fasilitas bervariasi. Selain itu, aneka produk lokal pun siap dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Produk lokal yang menjadi andala Desa Wisata Jonggrangan berupa Nira, air dari pohon kelapa yang biasa digunakan sebagai bahan Gula Jawa. Selain itu ada pula yang sudah diolah berbentuk gula jawa, maupun gula semut. Ada pula beragam keripik, serta bahan minuman kesehatan berupa gujahe, paduan gula jawa dan jahe.


Desa Wisata Jonggrangan terletak di Dusun Jonggrangan Desa Sendangrejo Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman. Untuk mencapainya tidak begitu sulit, karena dekat dengan Pasar Balangan dan Rumah Makang Mang Engking. Jika dari arah Yogyakarta, bisa melewati jalur Terminal Jombor ke barat lurus, sampai perempatan Balangan. Di sebelah barat perempatan terdapat selokan Van der Wijk, dan terdapat gang masuk kampung ke arah utara. Ikut jalur tersebut.

Demikian juga jika dari arah Magelang-Semarang, Anda bisa ambil arah ke selatan di trafic light Tempel setelah jembatan Krapyak. Ikut jalur sampai arah Balangan. Kemudian ambil arah ke kanan. [KM03]

Paling Banyak Dibaca