Back To Top
Kabare Minggir - Malam ini diperkirakan menjadi puncak hujan meteor Geminid. Fenomena alam yang sudah beberapa hari terjadi ini, namun puncaknya akan terjadi Jumat (13/12). Demikian Lembagan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan prediksi.

Hujan Meteor
Foto : pixabay.com

Namun kondisi langit yang bersamaan dengan adanya bulan yang menjelang purnama, membuat kemungkinan meteor hanya sedikit yang terlihat. Hanya meteor yang terang saja yang bisa dilihat dari Bumi. Perkiraan kondisi ini akan terjadi hingga esok pagi. 

Meteor merupakan penampakan benda langit yang jatuh dan bergesekan dengan atmosfer bumi sehingga menimbulkan api dan bercahaya. Jika benda tersebut sampai ke Bumi, sering disebut meteorid. [KM/05]

Kabare Minggir – Sejak Ahad (8/12/2019) wilayah Minggir dan sekitarnya kerap dilanda hujan yang disertai angin kencang. Akibatnya puluhan pohon tumbang dan menyebabkan puluhan rumah rusak serta jatuhnya korban karena tertimpa pohon.



Lalu apa penyebab angin kencang semacam itu? Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) fenomena angin kencang bisa terjadi karena tekanan udara dan topografi lokal. Cuaca udara yang berubah secara tiba-tiba, berpotensi menimbulkan angin kencang.

Baca Juga : Akibat Angin Kencang, Puluhan Pohon di Minggir Tumbang

Langit yang cerah dan cuaca terik lantas berubah dengan cepat menjadi hitam-kelam bisa menandakan potensi terjadinya angin kencang. Perbedaan tekanan udara yang kontras membuat pergerakan angin menjadi cepat. Pada kontur tanah yang berbukit memungkinkan penguatan sirkulasi angin. Unutk itu bila terjadi tanda-tanda demikian, warga diharapkan bisa mengantisipasi dengan menjauhi pohon, bangunan maupun benda-benda yang rawan roboh seperti baliho di jalan. [KM/03 | BMKG]


Kabare Minggir – Pencak Silat akhirnya ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Pada sidang Komite Warisan Budaya yang digelar di Bogota Kolombia, Kamis (12/12) Tradisi Pencak Silat masuk daftar Warisan Budaya Takbenda.

Sumber, twitter @Kemendikbud_RI

Dengan penetapan ini, Indonesia telah resmi memiliki 10 warisan Budaya Takbenda, 9 situs warisan budaya dan alam serta 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di antara Negara-negara di dunia. Kabar tersebut diunggah oleh akun twitter @Kemendikbud_RI. [KM/03 | @Kemendikbud_RI]

Baca Juga : Tahun 2020, Kecamatan Berubah Jadi Kapanewon

Kabare Minggir - Adalah Faris, mahasiswa psikologi yang banting stir menjadi seorang petani. Namun pertanian yang ia lakukan tidaklah biasa. Ia memadukan cara bertani hidroponik (dengan media utama air) dikreasikan dengan ketersediaan lahan yang sempit.

Sumber: IG  @terasponik_yk

Untuk mengatasi keterbatasan lahan, ujicoba penanaman hidroponik ia lakukan di atas Masjid. Tanaman yang ditanam antara lain kangkung, pokcay, bayam dan lainnya. Dengan lahan sempit itu Faris mengaku bisa menghasilkan 1,5 juta per bulan.

Sumber: IG  @terasponik_yk

Sumber: IG  @terasponik_yk

Kini usahanya semakin berkembang, Faris pun memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin belajar memanfaatkan teras atau halaman rumahnya dengan menanam secara hidroponik. [KM/03]
Kabare Minggir - Peristiwa teror berupa pelemparan bom molotov terjadi di Pasekan Kidul, Balecatur, Gamping, Sleman, Rabu (11/12/2019). Menurut penuturan saksi, bom molotov tersebut dilemparkan orang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor matic hitam.

Sumber: pixabay.com

Peeristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Akibat lemparan bom molotov itu, rumah seorang warga bernama Larto mengalami kerusakan meskit tidak begitu parah. Lemparan mengenai jendela kaca sehingga mengakibatkan bagian kayu terbakar dan terdapat kaca yang pecah.


Baca Juga : Pabrik Gula Sendangpitu Minggir, Pabrik Gula Terakhir Belanda

Hingga kini belum diketahui motif dari pelaku pelemparan. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan masing-masing. [KM/03 | dari berbagai sumber]

KabareMinggir – Guna menjalankan Undang-undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun 2020 beberapa sebutan untuk lembaga di DIY akan mengalami perubahan.

Sumber: Instagram Humasjogja

Seperti dilansir akun instagram humasjogja perubahan itu antara lain:
Sebutan Kecamatan di Kabupaten/Kota berubah menjadi Kapanewon
Sebutan Kecamatan di Kota Yogyakarta berubah menjadi Kemantren
Sebutan Camat di Kabupaten/Kota berubah menjadi Panewu
Sebutan Kepala Desa berubah menjadi Lurah
Sebutan Sekretaris Desa berubah menjadi Carik

Sesuai regulasi, pengubahan nama tersebut menjadi hak dari Pemda DIY dan ditetapkan dalam peraturan daerah (Perda).

Baca Juga : Warga Turi Berasil Membuat Pupuk dari Air Hujan

Namun bagi masyarakat secara luas, apakah perubahan itu menjadikan DIY semakin eksklusif dan justru membuat rumit dalam dokumen administrasi secara nasional atau menjadi daya tarik tersendiri bagi DIY. Kita nantikan saja. [KM/03]


Paling Banyak Dibaca