Semarak Iduladha, MAN 2 Kulon Progo Gelar Lomba Masakan Nusantara Berbahan Daging Kurban

Kulon Progo  – Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, MAN 2 Kulon Progo menggelar Lomba Masakan Nusantara Berbahan Dasar Daging Sapi di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan Panjatan, Kulon Progo, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti oleh 16 kelas, terdiri atas delapan kelas X dan delapan kelas XI. Masing-masing kelas menampilkan kreativitas terbaiknya dalam mengolah daging sapi menjadi beragam masakan khas Nusantara, mulai dari rendang, semur, tongseng, gulai, sate, sate lilit hingga berbagai kreasi kuliner daerah lainnya.

Menariknya, bahan utama yang digunakan dalam perlombaan ini berasal dari hewan kurban MAN 2 Kulon Progo, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi pemanfaatan daging kurban secara kreatif, sehat, dan bernilai gizi tinggi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, Muhammad Nur Kholis, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari syiar Iduladha sekaligus penguatan karakter peserta didik.

"Lomba ini kami selenggarakan untuk memeriahkan Iduladha sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada peserta didik. Melalui kompetisi kuliner antar kelas, siswa belajar bekerja sama, menghargai perbedaan pendapat, mengelola waktu, dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang berasal dari hewan kurban," tuturnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsiswa dan menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan kuliner Nusantara.

"Selain menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat, kegiatan ini mengenalkan keragaman masakan Indonesia kepada generasi muda sehingga mereka semakin bangga terhadap warisan kuliner bangsa," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum yang juga bertindak sebagai salah satu anggota dewan juri, Kurnia Panca Dewi, S.Pd., M.Si., mengapresiasi kreativitas para peserta yang mampu menyajikan berbagai menu dengan tampilan menarik dan cita rasa yang beragam.

"Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan Panca Cinta, terutama cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa serta cinta kepada diri sendiri dan sesama. Rasa syukur atas nikmat kurban diwujudkan dengan mengolah dan memanfaatkan daging secara baik dan bertanggung jawab. Di sisi lain, siswa belajar menjaga kesehatan melalui pengolahan makanan yang higienis, sekaligus berbagi kebahagiaan, bekerja sama, dan saling menghargai dalam satu tim. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang terus kami kembangkan di madrasah," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mengintegrasikan keterampilan hidup (life skills), kolaborasi, dan pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Guru mata pelajaran Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), H. Imam Muttaqien, S.TP., menilai bahwa lomba tersebut sangat relevan dengan kompetensi yang dipelajari siswa dalam bidang pengolahan hasil pertanian dan pangan.

"Dalam mata pelajaran APHP, siswa tidak hanya mempelajari teori pengolahan pangan, tetapi juga praktik bagaimana mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, siswa dapat menerapkan pengetahuan tentang pemilihan bahan, sanitasi, teknik pengolahan, hingga penyajian makanan yang baik dan aman dikonsumsi," jelasnya.

Menurut Imam, pemanfaatan daging kurban sebagai bahan praktik juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai pengolahan produk pangan berbasis protein hewani.

Suasana lomba berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Setiap kelas menampilkan kreasi terbaiknya sambil saling mendukung dan bekerja sama dalam proses memasak hingga penyajian. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi spirit Hari Raya Iduladha.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 2 Kulon Progo berharap peserta didik dapat mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta karakter positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat. (gia)

LihatTutupKomentar