Kulon Progo – Pagi hari saat udara masih sejuk di awal Agustus, Halaman Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Unit 2 Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan Panjatan, tampak dipadati oleh ratusan siswa dari delapan kelas X dan XI. Pada Senin, 3 Agustus 2026, seluruh elemen madrasah berkumpul dengan penuh khidmat untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta para siswa yang berbaris rapi di lapangan upacara.

Suasana jalannya upacara terasa tertata dan disiplin berkat kolaborasi apik dari berbagai program ekstrakurikuler. Petugas upacara bertugas dengan sangat sigap, menghadirkan anggota Pasukan Garuda Aliyah Negeri 2 (Pasganeda) Pleton Inti yang memimpin jalannya barisan dan pengibaran bendera, dibantu oleh tim Palang Merah Remaja yang siap siaga, serta alunan nada harmonis dari Mandaku Voice yang mengiringi jalannya prosesi upacara.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rina Yuniati, S.Si., membacakan pidato serta pesan tertulis dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam amanat tersebut, Gubernur DIY menekankan betapa pentingnya pembentukan karakter positif pada anak serta komitmen bersama untuk menghadirkan ruang yang ramah anak demi melahirkan generasi masa depan yang kuat dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baca Juga : Tanah Murah di Sedayu
Pesan Ngarsa Dalem mengusung filosofi lokal "Hamemangun Hambeg Patraping Siwi Mahanani Raharjaning Nagari", yang berartikan pentingnya membentuk karakter luhur anak demi kesejahteraan bangsa. Beliau menempatkan anak-anak sebagai aset paling berharga yang wajib didukung tumbuh kembangnya secara optimal, baik dari aspek fisik, mental, psikis, jasmani, maupun sosial.
Lebih lanjut, pidato tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Gubernur DIY menegaskan agar langkah perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak tidak sekadar berhenti sebagai teori di atas kertas, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah.
Upacara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama. Melalui peringatan ini, MAN 2 Kulon Progo berkomitmen untuk terus mendukung penciptaan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang seluruh siswanya. (gia)