Kulon Progo — MAN 1 Kulon Progo mencatat sebanyak 582 murid pada Semester 1 Tahun Ajaran 2026/2027. Berdasarkan rekapitulasi statistik murid, jumlah tersebut terdiri atas 277 murid putra (48%) dan 305 murid putri (52%), yang tersebar pada tiga jenjang kelas dengan total 20 rombongan belajar (rombel). Data tersebut menunjukkan stabilitas jumlah murid sekaligus pemerataan distribusi murid di setiap jenjang dan program pembelajaran.

Berdasarkan data akademik madrasah, Kelas XII menjadi jenjang dengan jumlah murid terbanyak, yakni 205 murid (35,2%), disusul Kelas XI sebanyak 204 murid (35,1%), dan Kelas X sebanyak 173 murid (29,7%). Komposisi ini mencerminkan kesinambungan proses pendidikan di MAN 1 Kulon Progo dari kelas awal hingga kelas akhir.
Sementara itu, dari sisi program pembelajaran, murid terbagi ke dalam 11 rombel reguler/nonketerampilan dengan jumlah 328 murid (56%) serta 9 rombel keterampilan yang dihuni 254 murid (44%). Program keterampilan tersebut meliputi Elektronika, Tata Busana, dan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang menjadi salah satu keunggulan MAN 1 Kulon Progo dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan penguatan kompetensi vokasional.
Distribusi murid pada program keterampilan juga menunjukkan komposisi yang relatif seimbang. Program Elektronika diikuti 86 murid, Tata Busana sebanyak 81 murid, sedangkan DKV menjadi program dengan jumlah terbanyak, yakni 87 murid. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat murid terhadap pembelajaran berbasis keterampilan yang menjadi ciri khas madrasah.
Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa data statistik murid merupakan salah satu dasar penting dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan madrasah.
"Statistik murid bukan sekadar angka, tetapi menjadi pijakan dalam merancang layanan pendidikan yang efektif, pemerataan pembelajaran, pengembangan sarana prasarana, hingga peningkatan mutu akademik maupun keterampilan. Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh murid agar dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki," ujar Sihono.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keseimbangan antara kelas reguler dan program keterampilan merupakan bentuk implementasi visi madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dengan jumlah murid yang mencapai 582 murid dan sebaran yang proporsional di setiap jenjang maupun program, MAN 1 Kulon Progo optimistis mampu terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat budaya berprestasi, serta mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi pendidikan. (mar)
