Kulon Progo – Kantor Urusan Agama (KUA) Nanggulan menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah melalui Program PUSAKA SAKINAH pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula KUA Nanggulan tersebut diikuti 44 peserta atau 22 pasangan suami istri yang berada pada kategori usia pernikahan 5–10 tahun.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas hubungan suami istri, serta memberikan pemahaman mengenai pengelolaan ekonomi keluarga yang sehat dan produktif. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias dan khidmat.
Hadir sebagai narasumber pertama, Kepala Kantor Urusan Agama Nanggulan Jemino, S.H.I., M.H. yang menyampaikan materi “Relasi Harmonis PUSAKA Sakinah”. Dalam pemaparannya, Jemino menekankan pentingnya komunikasi yang baik, saling memahami, serta membangun komitmen bersama dalam kehidupan rumah tangga agar tercipta keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Materi kedua disampaikan Isnaini Mar’ah Azizah, S.Fil.I. dengan tema “Berkah Keuangan Keluarga Sakinah”. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga yang bijak, pentingnya perencanaan ekonomi rumah tangga, serta strategi meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan sumber daya yang efektif.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Program PUSAKA SAKINAH merupakan salah satu upaya nyata Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan suami istri semakin harmonis, mampu membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta dapat meningkatkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat peserta yang mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah tersebut, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, sekaligus memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik. [mir]