Back To Top
Kabare Minggir - Seorang petani bernama Arjo Wiyono, di Dusun Sambisari Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, pada tahun 1966 secara tidak sengaja menemukan Candi. Ketika mengolah sawah, cangkulnya mengenai bebatuan yang setelah diteliti ternyata merupakan bagian dari reruntuhan candi.
Candi Sambisari
Foto: Dok. BPCB DIY 2018

Penemuan batu berukir tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, atau dulu dikenal sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Pada rentang tahun 1966-1975 kemudian dilakukan ekskavasi penyelamatan dan rekonstruksi. Kemudian pada 1976-1986 dilakukan pemugaran sampai akhirnya selesai dan diresmikan pada tahun 1987.
Baca Juga : Keren, Video Kali Putih dan Sendangjalin dari Udara
Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang terdiri satu candi induk menghadap ke arah barat dan tiga candi pewara. Diperkirakan Candi ini dibangun sezaman dengan Candi Prambanan, Candi Sojiwan dan Candi Plaosan pada sekitar abad 9 Masehi.
Hal tersebut dikuatkan dengan penemuan lempengan emas bertuliskan aksara Jawa Kuno dengan bahasa Sansekerta. Menerangkan bahwa candi tersebut dibuat untuk menghormati Dewa Siwa.
Baca Juga : Daftar Even di Sleman Tahun 2020
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy, pada Bulan Juni lalu menetapkan Situs Cagar Budaya Candi Sambisari sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 224/ P/ 2019 tanggal 21 Juni 2019. [KM/03]
    

0 komentar:

Post a Comment

Paling Banyak Dibaca