Back To Top
Sleman -  Maraknya klithih di Yogyakarta akhir-akhir ini memprihatinkan bagi semua pihak. Sebagai rasa tanggung jawab terhadap generasi muda, Pelda RN. Rachmad dari Koramil 12 Mlati bersama Babinsa Sendangadi, Serka Nur Alim, dan Babinsa  Sinduadi, Serka Sutrisno mengisi apel pagi di MAN 3 Sleman, Senin(13/1/2020).

Pelda RN. Rachmad memberitahukan bahwa apel pagi antisipasi anti klithih oleh Koramil dilakukan di seluruh sekolah di wilayah Sleman. Rachmad berharap agar klithih bisa ditumpas agar tidak timbul lagi karena meresahkan masyarakat dan menurut berita, wisatawan asing takut berkunjung ke Yogyakarta.
Antisipasi ‘Klithih’ oleh Koramil pada Kegiatan Apel MAN 3 Sleman

Klithih adalah istilah Bahasa Jawa artinya kluyuran/klithihan yaitu aktivitas atau kegiatan dari seseorang atau sekelompok orang yang keluar rumah di malam hari tanpa tujuan jelas. Klithih yang saat ini marak adalah suatu kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak jalanan tidak hanya di malam hari namun juga di siang hari. Klithih yang terjadi baru-baru ini dilakukan oleh anak-anak yang masih sekolah di tingkat SMP dan SMA. Rachmad memberitahukan kakak tingkat yang tidak lulus sekolah dari suatu sekolah merekrut adik tingkatnya yang masih sekolah untuk diajak ikut klithih.
“Anak-anak MAN 3 Sleman yang kami sayangi , kami dari Koramil mengharap kalian semua untuk tidak ikut klithih. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang akan menjaga keberlangsungan negara ini. Bersekolahlah dengan baik, bergaullah dengan teman yang baik, teman yang benar yang mengajak kebaikan. Hormati orang tua, berilah ketentraman hati orangtua . Orang tua akan tenteram hatinya jika anaknya bersekolah dengan baik dan berteman dengan benar. Juga hormati guru, pegawai, dan siapa saja,” Rachmad menyampaikan amanatnya.
Di kesempatan bincang- bincang dengan Rachmad, Kepala MAN 3 Sleman Akhmad Mustaqim menyampaikan bahwa tidak ada dalam sejarah siswa MAN 3 Sleman melakukan klithih dan jangan pernah terjadi selamanya karena siswa MAN 3 Sleman memiliki semboyan Ultra Prima dan para siswa sudah memiliki 7 karakter. 7 karakter tersebut sudah melekat dalam keseharian mereka.
“Pak Rachmad bisa menyaksikan sendiri sopan santun setiap anak di madrasah ini. Jika kita berpapasan dengan para siswa, mereka selalu tersenyum, dan menggerakkan tubuh tanda hormat. Mereka semua tawadhu yaitu bersikap sopan santun kepada orang yang lebih dihormati. Tujuh karakter tersebut adalah jujur, disiplin, kerja keras, kompetitif, santun, peduli, dan religius. Anak-anak dengan karakter demikian insya Allah tidak akan mendekat ke dunia klithih," pungkas Mustaqim.
“MAN 3 Sleman mempunyai misi Ultra Prima yaitu unggul dalam imtaq dan iptek, terampil mengamalkan ilmu dan hidup bermasyarakat, berkepribadian matang, dan berwawasan lingkungan. Demikian kultur yang dikembangkan di sini, maka tidak salah apabila para orang tua menyekolahkan putra-putri mereka di sini, MAN 3 Sleman Mayoga,“ demikian Mustaqim menambahkan.(fit/tnf)
Sumber: diy.kemenag.go.id

0 komentar:

Post a Comment

Paling Banyak Dibaca