Kulon Progo – Kepedulian terhadap lingkungan terus dibangun melalui kegiatan Adiwiyata yang terprogram secara rutin setiap bulan pada minggu kedua di MAN 3 Kulon Progo. Kegiatan yang melibatkan seluruh warga madrasah tersebut dilaksanakan selama satu jam lebih mulai pukul 07.00 WIB dengan berbagai aktivitas, mulai dari kebersihan ruang kelas dan halaman, pengecekan fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, penyiraman tanaman, konservasi air, hingga penataan lingkungan madrasah, Senin (14/9/2026). Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., menyampaikan hal tersebut saat pelaksanaan kegiatan Adiwiyata di lingkungan madrasah.
“Kegiatan Adiwiyata yang dilaksanakan setiap bulan pada minggu kedua ini sangat penting untuk membiasakan seluruh warga madrasah, terutama siswa, agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Menurut Nurhayanti, kegiatan yang dilakukan secara rutin diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas membersihkan lingkungan, tetapi mampu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterlibatan seluruh warga madrasah, siswa belajar secara langsung bahwa menjaga kebersihan, menghemat air, mengelola sampah, serta merawat tanaman merupakan bagian dari budaya hidup yang perlu dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan tumbuh dari kesadaran, bukan karena ada perintah. Ketika kebiasaan baik dilakukan berulang-ulang, diharapkan akan menjadi karakter yang melekat pada diri siswa,” imbuhnya.
Sementara itu, kegiatan Adiwiyata diawali dengan pembagian tugas kepada seluruh warga madrasah. Siswa-siswi bersama wali kelas masing-masing bergerak membersihkan area yang telah menjadi tanggung jawabnya. Ruang kelas ditata dan dibersihkan, halaman disapu, sampah dipilah dan dikelola sesuai jenisnya, sementara tanaman di sekitar madrasah disiram dan dirawat agar tetap tumbuh dengan baik.
Selain kebersihan lingkungan, perhatian juga diarahkan pada fungsi sarana sanitasi dan drainase. Warga madrasah memastikan saluran air tidak tersumbat serta lingkungan tetap bersih dan sehat. Penggunaan air secara bijak juga menjadi bagian dari kegiatan melalui pembiasaan konservasi air dalam aktivitas sehari-hari di madrasah.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Wali kelas turut mendampingi siswa selama kegiatan sehingga aktivitas kebersihan tidak hanya menjadi pekerjaan rutin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi secara langsung. Siswa belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan terdekatnya sekaligus memahami bahwa lingkungan yang bersih dan nyaman akan mendukung proses pembelajaran.
Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan Adiwiyata secara terjadwal menjadi salah satu upaya MAN 3 Kulon Progo dalam menjaga keberlanjutan budaya peduli lingkungan. Program tersebut tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi mencakup berbagai aspek pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan secara sederhana dan konsisten oleh seluruh warga madrasah.
“Harapannya, setelah kegiatan selesai, kepedulian itu tidak ikut selesai. Justru dari kegiatan satu jam ini muncul kebiasaan untuk menjaga kebersihan kelas, halaman, sanitasi, drainase, tanaman, air, dan pengelolaan sampah setiap hari. Inilah budaya Adiwiyata yang ingin terus kami tumbuhkan di MAN 3 Kulon Progo,” pungkasnya.
Melalui kegiatan rutin tersebut, MAN 3 Kulon Progo terus menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab lingkungan kepada seluruh warga madrasah. Satu jam yang digunakan untuk merawat lingkungan diharapkan menjadi langkah kecil yang dilakukan secara konsisten untuk menciptakan madrasah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. (shi)
.jpeg)
.jpeg)