Anggota BWI Kulon Progo Dilantik, Asisten Daerah: Wakaf Instrumen Penting Pembangunan Sosial - Ekonomi

Pengasih – Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kulon Progo resmi dilantik oleh Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin, M.M., berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadi (PLHUT) Kulon Progo, Rabu (12/8/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut ASDA 2 (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Agung Kurniawan, S.IP., M.Si. mewakili Bupati.


Agung Kurniawan, S.IP., M.Si. 

Kepala Kemenag Kulon Progo, HM. Wahib Jamil, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sinergi dari berbagai pihak dalam mendukung program wakaf. Menurutnya sejak tahun 2025 Kabupaten Kulon Progo telah ditetapkan menjadi Kota Wakaf. Untuk mendukung hal tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama.


“Tata kelola dan pelayanan wakaf, harus dilakukan dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari pendampingan nadhir dan pengelola wakaf di KUA hingga pengurusan legalitas dan pemanfaatan secara optimal,” ungkap Wahib.


Ia menambahkan, Kemenag Kulon Progo memiliki komitmen memberikan layanan dengan jemput bola sampai penyelesaian legalitas melalui inovasi Lawanku Kian Jadi Terpikat (Layanan Wakaf Kulon Progo Sebagai Kiat Andalan Sampai Jadi dan Terbit Sertipikat)


Sementara, Ketua BWI DIY, Misbahrudin, menjelaskan semangat wakaf selaras dengan syair lagu Indonesia Raya, Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya. Sebab menurutnya kehidupan manusia tidak terlepas dari wakaf, sejak lahir sampai wafat. “Sebagian kita mungkin lahir di rumah sakit, yang dibangun dari wakaf, belajar di sekolah atau pesantren, beribadah ke masjid, hingga ketika wafat dimakamkan di pemakaman yang berupa tanah wakaf,” ujarnya.


Ia merinci ada empat program prioritas BWI,  berupa percepatan sertifikasi wakaf,  penguatan kelembagaan, peningkatan nadhir Wakaf Uang, serta berkomitmen agar wakaf turut mensejahterakan masyarakat.


Sedangkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo Agung Kurniawan, S.IP., M.Si. mewakili Bupat berpesan pergantian kepengurusan merupakan dinamika organisasi, untuk itu kesinambungan program dan pengabdian harus tetap terjaga. “Pelantikan bukan sekadar administrasi dan seremonial, tetapi bagaimana meningkatkan komitmen untuk memberikan layananan terbaik,” ungkapnya.


Agung juga menegaskan wakaf adalah instrumen penting dalam meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi umat tidak hanya pembangunan dan perawatan tempat ibadah. Tetapi harus menyasar bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya.


Pelantikan Anggota BWI Kulon Progo juga dihadiri perwakilan dari Kanwil Kemenag DIY, Kementerian Haji dan Umrah, Kantor Pertanahan, Baznas, PDM Kulon Progo, PCNU Kulon Progo dan Lembaga Amil Zakat. [eko]

LihatTutupKomentar